Targetkan Motor Matik, Komplotan Curanmor Bangkalan Terancam Penjara Usai Diringkus Polsek Tandes

banner 120x600

TANDES, BUSERNASIONAL – Aksi kriminalitas pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga Surabaya berhasil digagalkan jajaran Polsek Tandes. Seorang pelaku berinisial As’ad (asal Bangkalan, Madura) tak berkutik saat diringkus petugas kepolisian setelah aksinya terendus di wilayah hukum Polsek Tandes.

Fakta mengejutkan terungkap dalam pemeriksaan penyidik. Pelaku As’ad ternyata memiliki kebiasaan mengonsumsi narkotika jenis sabu sebelum melancarkan aksi pencurian. Hal itu ia lakukan dengan dalih agar stamina tetap terjaga dan mata tetap awas saat berburu target.

“Kalau nyabunya waktu mau kerja. Yang beli temannya yang DPO,” ujar Kanitreskrim Polsek Tandes, AKP Jumeno Warsito, saat dikonfirmasi, Minggu (31/5/2026).

Modus Operandi dan Pelarian Rekan Pelaku

BERITA TERKAIT  Melawan Saat Diamankan, Residivis Jambret Turis Jerman di Surabaya Dihadiahi Timah Panas

Dalam aksinya, As’ad tidak sendirian. Ia berangkat dari Bangkalan menuju Surabaya bersama rekannya berinisial H yang kini telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Keduanya menggunakan sepeda motor Honda Beat dengan pelat nomor palsu untuk menyamarkan jejak saat mencari sasaran.

Kanitreskrim AKP Jumeno Warsito menjelaskan, para pelaku menyasar motor matik yang terparkir lengah di depan rumah maupun toko. Setelah berhasil memetik kendaraan korban, motor curian langsung dilarikan ke wilayah Madura untuk dijual.

“Dijualnya ke Ketapang (Sampang). Harganya berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta per unit. Saat ini kami masih melakukan pengembangan lebih lanjut,” tegas AKP Jumeno.

Katarak Jadi Alasan Beraksi Siang Hari

BERITA TERKAIT  Satreskrim Polres Sampang Ringkus Pelaku Curanmor di Banyuates, Kunci Tertinggal Jadi Pemicu

Ada pengakuan unik sekaligus mencengangkan dari pelaku As’ad. Di hadapan petugas, ia mengaku sengaja memilih beraksi pada siang hingga sore hari karena menderita gangguan penglihatan katarak.

“Berangkat jam 2 siang, kadang jam 12 siang. Malam tidak kelihatan karena katarak,” aku As’ad.

Tidak hanya untuk penglihatan, ia mengaku mengonsumsi sabu agar tubuhnya tetap terjaga dan tidak merasa lapar saat menjalankan aksinya. “Melek. Rasa kenyang ada,” sambungnya singkat.

Sementara itu, rekan pelaku berinisial H hingga kini masih dalam pengejaran intensif tim buser Polsek Tandes. Saat dilakukan penggerebekan, H sempat melarikan diri dengan cara nekat masuk ke dalam gorong-gorong untuk menghindari kejaran petugas.

Kini, As’ad harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi Mapolsek Tandes, sementara status DPO disematkan kepada H guna memutus mata rantai sindikat curanmor lintas daerah tersebut.

BERITA TERKAIT  Kabar Gembira, Polres Gresik Kembalikan Motor Hasil Curian Kepada Pemilik Tanpa Dipungut Biaya

(Tim Buser/Red)

Penulis: ZQEditor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *