200 Dump Truck Kepung DPRD Mempawah, Sopir Tuntut Keadilan Distribusi Solar Subsidi

banner 120x600

MEMPAWAH – Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Aliansi Supir Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan gedung , Rabu (3/6/2026).

Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh kurang lebih 200 unit dump truck yang bergerak dari titik kumpul di Desa Peniraman menuju gedung DPRD Kabupaten Mempawah. Akibat konvoi kendaraan berukuran besar tersebut, jalur utama menuju pusat pemerintahan Kabupaten Mempawah mengalami kemacetan total dan dipadati kendaraan aksi.

Massa membawa berbagai spanduk dan poster bertuliskan tuntutan terkait distribusi bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar subsidi. Di antaranya bertuliskan “Tolak Ketidakadilan! SPBU Untuk Rakyat, Bukan Untuk Segelintir”, “Supir Bersatu, Aspal Menyatukan, Keadilan Tujuan Kami”, serta “Supir Bukan Musuh! Jangan Rusak Perjuangan Kami”.

BERITA TERKAIT  Diplomasi Prabowo, Kritik, dan Akuntabilitas

Koordinator aksi, Umar, menyampaikan bahwa demonstrasi dilakukan sebagai bentuk kekecewaan para sopir terhadap belum adanya kepastian penyelesaian persoalan distribusi BBM yang selama ini dikeluhkan oleh para pengemudi angkutan barang.

Menurutnya, para sopir berharap DPRD Kabupaten Mempawah dapat menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap kebijakan distribusi BBM subsidi yang berada di bawah pengawasan regulator terkait.

Salah satu peserta aksi yang mengaku bernama Rokib menyampaikan bahwa selama ini berbagai keluhan dan aspirasi yang disampaikan kepada pihak terkait belum menghasilkan solusi yang nyata.

“Kami datang ke DPRD untuk meminta kejelasan. Pengawasan terhadap distribusi BBM dan peran regulator selama ini hanya sebatas janji-janji. Sampai hari ini tidak pernah ada titik kejelasan yang benar-benar dirasakan para sopir,” ungkap Rokib di sela-sela aksi.

BERITA TERKAIT  Prabowo Berlakukan Skema PPh Badan 22 Persen, PT dan CV Hadapi Aturan Pajak Baru

Para demonstran menilai akses terhadap solar subsidi masih menjadi persoalan serius bagi sopir angkutan barang yang menggantungkan aktivitas usahanya pada ketersediaan BBM dengan harga yang terjangkau.

Massa meminta DPRD Kabupaten Mempawah segera memanggil pihak-pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat kecil, khususnya para sopir angkutan barang.

Dalam aksi tersebut, aparat keamanan tampak melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan yang lebih parah. Hingga berita ini diturunkan, perwakilan massa masih menunggu hasil audiensi dengan DPRD Kabupaten Mempawah untuk menyampaikan tuntutan mereka secara langsung.

Para sopir berharap perjuangan mereka dapat menghasilkan langkah konkret dari pemerintah dan lembaga terkait demi terciptanya keadilan dalam distribusi BBM bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

BERITA TERKAIT  Dana BLUD Jadi Sorotan, Grup WA Internal Dinkes Bangkalan Gaduh

“Satu Aspal, Satu Tujuan, Satu Perjuangan. Supir Bersatu, Keadilan Harga Mati,” teriak massa secara bergantian selama aksi berlangsung.

Penulis: Rokib bnpmEditor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *