BANGKALAN, busernasional.my.id – Bau busuk menyengat bak “bom waktu” kini mengepung kawasan Pasar Asem Jajar, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan. Pemandangan gunung sampah yang dibiarkan membusuk tanpa penanganan serius membuat warga murka dan menuding pihak kecamatan telah gagal total menjaga kebersihan lingkungan.

Pantauan tim Busernasional di lokasi, Selasa (26/05/2026), tumpukan sampah yang menggunung tidak hanya merusak estetika, tetapi telah menebarkan aroma busuk yang membuat pengguna jalan harus menutup hidung saat melintas. Kondisi ini mencerminkan buruknya tata kelola kebersihan di bawah pengawasan pihak Kecamatan Sepulu.
Camat Sepulu Disemprot Warga: “Tutup Mata atau Memang Tak Mampu?”
Kemarahan warga pun tak terbendung. Publik menilai Camat Sepulu terkesan “tutup mata” dan membiarkan warganya hidup dalam kepungan limbah bau busuk yang mengancam kesehatan. Bagi warga, sampah di pasar adalah potret kegagalan pemimpin wilayah dalam melayani kebutuhan dasar rakyatnya.
”Masalah sampah di pasar saja tidak mampu diselesaikan. Bagaimana mau mengatur pemerintahan dengan baik kalau persoalan kecil seperti ini dibiarkan berlarut-larut? Ini bukti Camat tidak punya taji!” kecam salah satu warga dengan nada tinggi.
Warga yang geram menuntut ketegasan dari Bupati Bangkalan. Mereka mendesak agar orang nomor satu di Bangkalan tersebut segera mengevaluasi kinerja Camat Sepulu yang dinilai tidak becus dalam menjalankan roda pemerintahan di tingkat kecamatan.
Ultimatum Keras: Copot atau Segera Benahi!
Tak tanggung-tanggung, seruan “copot jabatan” pun mulai menggema. Warga sudah kehilangan kesabaran melihat lingkungan mereka dijadikan tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang tidak terkelola.
”Kalau memang tidak mampu bekerja dan menata wilayah, ya sebaiknya dicopot saja. Jangan rakyat terus yang menjadi korban bau sampah dan lingkungan kotor. Kami ingin perubahan, bukan janji manis!” tegas warga lainnya di lokasi kejadian.
Ancaman Penyakit di Depan Mata
Lebih jauh, warga menegaskan bahwa persoalan sampah ini bukan sekadar masalah sepele. Ini adalah masalah kesehatan dan martabat wilayah. Jika dibiarkan lebih lama, tumpukan sampah ini dipastikan menjadi sumber wabah penyakit yang membahayakan anak-anak dan pedagang di sekitar pasar.
Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Apakah Bupati Bangkalan akan segera melakukan tindakan nyata, atau justru membiarkan warganya terus tercekik bau busuk akibat kelalaian oknum pejabat di bawahnya?














