SURABAYA | BuserNasional.my.id – Ketua Yayasan Intan Mutia sekaligus Ketua DPW Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) Jawa Timur, Aba Yasin, menggelar silaturahmi bersama Ketua Aliansi Wartawan Surabaya dan Dekan Universitas WR Supratman (Unipra) Surabaya pada Minggu (14/6/2026) di salah satu kafe di Kota Surabaya.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari peran media dalam pembangunan masyarakat, penguatan organisasi kemasyarakatan, hingga program kerja BNPM Jawa Timur yang berorientasi pada kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pembinaan generasi muda.
Dalam diskusi tersebut, Aba Yasin menegaskan bahwa BNPM Jawa Timur akan terus hadir sebagai organisasi yang menyatu dengan masyarakat serta mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
“BNPM Jawa Timur harus menjadi bagian dari masyarakat. Tidak boleh ada orientasi kekuasaan, tetapi bagaimana kita terus bekerja dan mencari nafkah yang halal di mana pun berada. Kami tetap fokus pada program kemanusiaan, pendampingan sosial tanpa membeda-bedakan latar belakang masyarakat, serta menghormati adat dan budaya setempat,” tegas Aba Yasin.
Menurutnya, menjaga marwah dan kehormatan masyarakat Madura merupakan warisan leluhur yang harus terus dipertahankan di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis dan kompleks.
Ia juga menekankan pentingnya sikap rendah hati, gotong royong, dan kepedulian sosial sebagai pondasi utama dalam membangun hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Dekan Unipra Surabaya, Thowif, menyampaikan bahwa tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berasal dari dunia pendidikan, tetapi juga dari derasnya arus informasi dan media sosial yang sering kali mengalihkan fokus pada hal-hal yang kurang produktif.
“Kita harus pandai memilah dan memilih. Kadang duduk salah, ngopi salah, sedikit-sedikit menjadi viral. Namun yang paling penting adalah terus berbuat baik, berkarya, dan membangun generasi muda yang unggul. Jangan sampai energi habis hanya untuk memikirkan hal-hal yang tidak produktif,” ujarnya.
Menurut Thowif, silaturahmi lintas profesi yang melibatkan akademisi, insan pers, praktisi pendidikan, dan organisasi masyarakat memiliki nilai strategis dalam membangun kolaborasi yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
“Hari ini kita tidak sekadar ngopi bersama, tetapi ada banyak gagasan, pengalaman, dan hikmah yang dapat dibagikan. Jika ilmu dan pengalaman tersebut diterapkan kepada mahasiswa dan generasi muda, tentu akan menjadi bekal berharga untuk menciptakan sumber daya manusia yang mandiri, berkualitas, dan berdaya saing,” tambahnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh yang memiliki pengalaman di bidang pendidikan, organisasi kemasyarakatan, media, serta praktisi Olimpiade Nasional JSO dan KMSI. Seluruh peserta sepakat bahwa sinergi antara media, dunia akademik, dan organisasi sosial harus terus diperkuat guna menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.
Melalui silaturahmi ini, BNPM Jawa Timur berharap dapat memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan pemberdayaan generasi muda.
(Busamat | BuserNasional.my.id)














