Sampah Menumpuk di Area Makam Syaichona Cholil Bangkalan, Siapa yang Lalai?

banner 120x600

BANGKALAN, BUSERNASIONAL – Pemandangan memprihatinkan terlihat di kawasan wisata religi Makam Syaichona Cholil, tepatnya di Desa Martajasah, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Sabtu (30/5/2026) pagi. Area parkir dan pelataran yang seharusnya bersih dan nyaman bagi peziarah, justru tampak kotor dengan ceceran sampah plastik yang berserakan di mana-mana.

Kondisi ini mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Sebagai salah satu destinasi wisata religi utama di Jawa Timur yang setiap harinya didatangi ribuan peziarah dari berbagai daerah, tumpukan sampah tersebut dinilai sangat mengganggu pemandangan dan mencoreng citra kawasan makam tokoh ulama besar tersebut.

Pertanyaan besar pun muncul di benak publik: siapa yang harus bertanggung jawab atas kondisi memprihatinkan ini? Apakah minimnya kesadaran pengunjung yang membuang sampah sembarangan, kurangnya ketegasan pihak pengelola, atau kelalaian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan dalam manajemen kebersihan kawasan?

BERITA TERKAIT  Ekspor Batu Bara Satu Pintu Mengguncang Pasar

“Sudah seharusnya tempat seperti ini bersih. Kalau kotor begini, kesannya tidak terawat. Pengunjung memang harus sadar diri, tapi penyedia fasilitas kebersihan dan pengelola kawasan juga punya tanggung jawab penuh,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi.

Di sisi lain, publik juga menanti peran aktif dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan, dalam hal ini kebijakan yang diambil oleh Bupati, untuk memastikan bahwa kawasan wisata religi ini terjaga kebersihannya. Minimnya tempat sampah yang memadai di titik-titik strategis seringkali menjadi alasan pengunjung membuang sampah di pelataran.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola kawasan maupun dinas terkait mengenai langkah penanganan sampah tersebut. Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera mengambil tindakan nyata, seperti menambah armada pengangkut sampah, menempatkan lebih banyak tempat sampah, serta melakukan pembersihan rutin, terutama saat hari libur atau akhir pekan.

  1. Kawasan wisata religi adalah wajah daerah. Jika kebersihannya tidak terjaga, maka kenyamanan peziarah akan terganggu, yang pada akhirnya akan berdampak pada citra Kabupaten Bangkalan sebagai kota yang religius dan ramah bagi pendatang. (Red)
Penulis: ZQEditor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *