Daerah  

Pemdes Semenpinggir Tegaskan Proyek Mandek, Cuaca Ekstrem Jadi Kendala Utama Pembangunan Jembatan

banner 120x600

BOJONEGORO – BuserNasional.my.id-Pemerintah Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas, akhirnya angkat bicara secara tegas menanggapi sorotan publik terkait dugaan mandeknya proyek pembangunan jembatan di wilayahnya. Pemdes memastikan keterlambatan yang terjadi bukan akibat kelalaian, melainkan dipicu faktor teknis yang tidak bisa dihindari, terutama kondisi cuaca ekstrem.

Kepala Desa Semenpinggir, Joko Farianto, S.H., secara terbuka mengakui adanya keterlambatan dalam pelaksanaan proyek. Namun, ia menegaskan bahwa langkah memperlambat pekerjaan diambil demi menjaga kualitas serta keselamatan konstruksi jembatan.

“Memang ada keterlambatan, itu kami akui. Tapi ini bukan karena kami diam atau lalai. Kondisi cuaca yang tidak menentu sangat berpengaruh pada pekerjaan, khususnya struktur bawah jembatan yang bersentuhan langsung dengan air,” tegasnya, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, tingginya intensitas hujan serta perubahan kondisi alam di lokasi proyek memaksa tim pelaksana menghentikan sementara pekerjaan berat. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari potensi kerusakan konstruksi yang justru bisa berdampak lebih besar di kemudian hari.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemdes Semenpinggir telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro guna memperoleh data prakiraan cuaca yang akurat. Data tersebut dijadikan acuan dalam menentukan waktu paling aman untuk melanjutkan pekerjaan.

Selain itu, seluruh perkembangan proyek, termasuk kendala di lapangan, disebut telah dilaporkan secara berkala kepada Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang serta Inspektorat Kabupaten Bojonegoro. Pengawasan dari instansi terkait dipastikan tetap berjalan.

“Kami pastikan tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua progres dan hambatan kami laporkan secara terbuka,” imbuhnya.

Proyek jembatan dengan nilai anggaran sekitar Rp3,1 miliar tersebut ditegaskan masih berada dalam koridor pengawasan pemerintah daerah. Pemdes menekankan bahwa prioritas utama adalah menghasilkan infrastruktur yang kuat, aman, dan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar target waktu.

Di sisi lain, masyarakat diimbau tetap mengawasi jalannya proyek secara objektif. Keterlambatan yang terjadi dinilai sebagai bentuk kehati-hatian agar hasil pembangunan tidak berujung pada kualitas yang buruk.

Dengan dukungan koordinasi lintas instansi serta menunggu kondisi cuaca yang lebih stabil, proyek jembatan Semenpinggir ditargetkan kembali berjalan optimal dalam waktu dekat. Pemerintah desa menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan tersebut secara bertanggung jawab, transparan, dan sesuai standar teknis.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *