Daerah  

HEMAT BIAYA, TERNAK TETAP GEMUK: INOVASI PAKAN RACIKAN BATANG PISANG WARGA BINOH LAOK BURNEH BANGKALAN CURI PERHATIAN

banner 120x600

 

Bangkalan, Busernasional.my.id – Di tengah melambungnya harga pakan ternak pabrikan yang kian mencekik peternak kecil, sebuah inovasi sederhana namun cerdas justru lahir dari sebuah dusun kecil di Kabupaten Bangkalan, Madura.

Kamis malam, 8 Oktober 2026, sekitar pukul 19.00 WIB, tim awak media Busernasional.my.id sengaja melakukan liputan khusus ke kediaman pasangan suami istri Hasan (45) dan Rohimah (40), warga Dusun Binoh Laok, Desa Binoh, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.

Bukan tanpa alasan. Nama pasangan ini belakangan ramai diperbincangkan warga sekitar karena keberhasilannya mengembangkan pakan alternatif untuk ayam dan bebek petelur miliknya yang terbuat dari bahan yang selama ini dianggap limbah, yakni pohon pisang.

Setibanya di lokasi, awak media disambut langsung oleh Hasan dan istrinya di halaman rumahnya yang sederhana. Di sudut kandang, tampak puluhan ekor ayam kampung dan bebek tampak sehat, lincah dan berbulu mengkilap. Padahal, menurut pengakuan Hasan, ia sudah lama tidak lagi full menggunakan pakan pabrikan.

“Kami sengaja ke sini karena mendengar informasi bahwa ada warga Binoh yang bisa mengolah gedebog atau batang pisang menjadi pakan ternak yang bikin ayam dan bebek cepat gemuk. Ternyata setelah kami lihat langsung, memang benar,” ujar awak media di lokasi.

BERITA TERKAIT  Hargai Jawaban Camat, For-WIN Akan Laporkan Dugaan Maladministrasi Pungli Bantuan Pangan Desa Sagara ke Ombudsman

CARA PEMBUATAN MUDAH, MODAL HAMPIR NOL RUPIAH

Kepada Busernasional, Hasan dengan ramah membongkar rahasia racikan pakannya. Menurutnya, kuncinya ada pada kemauan untuk mengolah, bukan pada modal besar.

Prosesnya sangat sederhana. Pertama, batang pohon pisang yang sudah tidak berbuah atau pohon pisang yang sudah ditebang diambil batangnya. Batang tersebut kemudian diiris tipis-tipis dan dicacah kecil-kecil dengan ukuran sekitar 1-2 cm agar mudah lunak saat direbus.

“Irisan batang pisang itu kemudian kami rebus di dalam drum atau panci besar sampai benar-benar lunak dan airnya mendidih. Tujuannya biar tidak gatal dan mudah dicerna oleh ayam dan bebek,” jelas Hasan.

Setelah proses perebusan selesai dan agak dingin, barulah dicampurkan dengan bahan tambahan berupa Pur (konsentrat) dan Dedek atau bekatul halus. Takarannya disesuaikan dengan jumlah ternak. Semua bahan diaduk secara merata hingga menjadi adonan pakan yang sedikit basah dan pulen.

BERITA TERKAIT  Proyek Jalan Penghubung Kwanyar-Labang Asal-Asalan? Warga Desak Dinas Terkait Segera Lakukan Pengaspalan Hotmix

“Perbandingannya kira-kira 60 persen batang pisang rebus, sisanya baru pur sama dedek. Jadi pur-nya irit sekali. Kalau biasanya habis 1 sak seminggu, sekarang bisa untuk hampir 3 minggu,” tambahnya.

HASILNYA MENCENGANGKAN, TERNAK LAHAP DAN CEPAT GEMUK

Siapa sangka, pakan racikan yang terlihat sederhana itu justru sangat disukai oleh ternaknya. Saat awak media menyaksikan langsung proses pemberian pakan, ayam dan bebek langsung berebut dan melahap pakan tersebut hingga tak tersisa.

Menurut Rohimah, sang istri, sejak menggunakan pakan racikan batang pisang ini, pertumbuhan ayam dan bebeknya justru lebih bagus. Angka kematian juga menurun dan dagingnya lebih padat.

“Awalnya coba-coba karena batang pisang banyak di kebun belakang rumah yang tidak terpakai. Eh ternyata ayam sama bebeknya suka sekali. Alhamdulillah sekarang semuanya gemuk-gemuk,” tutur Rohimah sambil tersenyum.

Inovasi yang dilakukan Hasan dan Rohimah ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah halangan untuk tetap berinovasi. Dengan memanfaatkan potensi alam sekitar yang melimpah, peternak kecil di desa bisa tetap bertahan dan bahkan meraup untung.

BERITA TERKAIT  Hargai Jawaban Camat, For-WIN Akan Laporkan Dugaan Maladministrasi Pungli Bantuan Pangan Desa Sagara ke Ombudsman

Hasan berharap, apa yang ia lakukan bisa ditiru oleh peternak lain di Desa Binoh dan Kecamatan Burneh pada umumnya, agar tidak lagi terbebani dengan harga pakan yang mahal.

“Makanan dengan komposisi seperti ini, ternyata sangat disukai ayam dan bebek dan bebek serta ayam saya gemuk semuanya,” pungkas Hasan menutup perbincangan malam itu.

Dari Dusun Binoh Laok, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Tim Busernasional.my.id melaporkan.

Penulis: FhryEditor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *