Dugaan Keracunan Massal, Puluhan Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap Makan Bergizi Gratis

banner 120x600

BANGKALAN, BUSERNASIONAL – Suasana mencekam menyelimuti SMAN 1 Kokop, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Kamis (4/6/2026). Puluhan siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah.

​Akibat kejadian tersebut, para siswa harus dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

​Tokoh masyarakat Bangkalan, Mathur Husyairi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, setidaknya terdapat 21 siswa yang kini tengah dalam perawatan tim medis akibat gejala yang diduga kuat berasal dari makanan yang mereka konsumsi.

​”Puluhan siswa itu dari satu sekolah. Mereka mendapatkan perawatan di puskesmas setelah mengonsumsi MBG yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bangkalan Kokop Dupok 1 dari Yayasan Langkah Bersama Kita (LBK),” ungkap Mathur kepada awak media, Kamis (4/6/2026).

BERITA TERKAIT  Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Presiden Prabowo Copot Kepala Badan Gizi Nasional

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan tersebut terdiri dari nasi, sate ayam, tempe goreng, acar timun wortel, dan buah semangka.

​Menanggapi insiden ini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangkalan, dr. Wiwid Mayasari, menyatakan pihaknya telah bergerak cepat melakukan investigasi di lapangan. Tim Dinkes telah mengambil sampel makanan untuk diuji lebih lanjut di laboratorium guna memastikan kandungan penyebab keracunan.

​”Iya betul, sampel sudah kita ambil dan akan dikirim ke laboratorium di Surabaya untuk mengetahui apa kandungan di dalamnya,” jelas dr. Wiwid.

​Hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG Kokop Dupok, Dhimas Bagus, belum memberikan tanggapan resmi saat dikonfirmasi terkait dugaan kelalaian dalam penyediaan konsumsi bagi para siswa.

BERITA TERKAIT  Dari Evaluasi Istana ke Sorotan Kejaksaan

​Sebagai informasi, dapur MBG yang dikelola Yayasan Langkah Bersama Kita tersebut diketahui melayani distribusi makanan untuk 3.723 penerima manfaat setiap harinya. Peristiwa ini pun memicu tanda tanya besar dari masyarakat terkait standar kelayakan dan pengawasan ketat terhadap program Makan Bergizi Gratis di wilayah Kabupaten Bangkalan.

​Hingga saat ini, kondisi para siswa masih terus dipantau oleh tenaga medis di puskesmas setempat. Pihak keluarga dan masyarakat berharap agar hasil laboratorium segera keluar untuk memberikan kejelasan atas peristiwa yang mengancam kesehatan generasi muda ini.

Pewarta: Redaksi Busernasional

Penulis: ZQEditor: Zekki, S.M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *