Dinas PUPR Bangkalan Disorot, Kondisi Jembatan Gladak Lanjang Dinilai Membahayakan Pengguna

banner 120x600

 

Bangkalan | Busernasional.my.id– Kondisi Jembatan Gladak Lanjang di Kabupaten Bangkalan kembali menjadi sorotan publik. Infrastruktur yang menjadi akses vital penghubung Kota Bangkalan dengan wilayah Martajasah, Kramat, Ujung Piring hingga kawasan industri perkapalan Sembilangan tersebut dikabarkan mengalami kerusakan struktural yang cukup memprihatinkan dan dinilai membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

Jembatan yang selama ini menjadi urat nadi transportasi masyarakat dan aktivitas industri itu disebut mengalami penurunan fungsi pada sejumlah bagian penyangga. Beton penopang dilaporkan mulai rapuh, sementara beberapa bagian tulangan besi terlihat mengalami korosi akibat usia bangunan dan pengaruh lingkungan pesisir.

Ironisnya, di tengah kondisi yang mengkhawatirkan tersebut, kendaraan bertonase berat masih terus melintasi jembatan setiap hari. Aktivitas industri di kawasan sekitar membuat Jembatan Gladak Lanjang tetap menjadi jalur strategis yang sulit tergantikan, sehingga risiko terhadap keselamatan pengguna semakin tinggi apabila tidak segera dilakukan penanganan serius.

BERITA TERKAIT  LSM LIRA Desak KPK Ambil Alih Kasus Raibnya Rp. 21 Milyar Dana Kompensasi Rumpon Nelayan Sampang Dari Petronas Malaysia

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jembatan tersebut juga menjadi akses utama untuk mensuplai kebutuhan proyek pengembangan galangan kapal PT Galangan Samudera Madura (GSM). Setiap harinya diperkirakan ratusan kendaraan berat melintas, termasuk sekitar 400 unit truk tronton bermuatan hingga 30 ton yang menggunakan jalur tersebut untuk mendukung aktivitas proyek. Tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap daya dukung jembatan yang saat ini dilaporkan mengalami penurunan kualitas struktur.

Menanggapi persoalan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangkalan melalui Bidang Bina Marga menyatakan bahwa usulan perbaikan telah beberapa kali diajukan. Namun hingga kini rencana rehabilitasi maupun rekonstruksi belum terealisasi karena terbentur keterbatasan anggaran dan kebijakan refocusing.

BERITA TERKAIT  Menkop Soroti Peran Koperasi, Desa Kini Bisa Jadi Pusat Ekonomi Baru

Pihak PUPR menjelaskan bahwa kondisi Jembatan Gladak Lanjang tidak cukup hanya dilakukan rehabilitasi sebagian, melainkan membutuhkan rekonstruksi total agar struktur kembali aman dan layak digunakan masyarakat.

Di sisi lain, temuan di lapangan memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas proyek pemeliharaan rutin yang pernah dilaksanakan. Pasalnya, pekerjaan tersebut dinilai belum menyentuh persoalan utama pada struktur jembatan yang mengalami kerusakan. Beberapa pihak menilai pemeliharaan yang dilakukan lebih banyak berfokus pada pengecatan dan perawatan permukaan, sementara penguatan konstruksi belum terlihat signifikan.

Kondisi fisik jembatan yang tampak mengalami penurunan kualitas konstruksi semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat. Mengingat peran strategisnya sebagai akses utama menuju kawasan industri, pelabuhan, permukiman warga, serta pusat aktivitas ekonomi di wilayah pesisir Bangkalan, keberadaan Jembatan Gladak Lanjang menjadi infrastruktur yang sangat vital dan tidak dapat dipandang sebelah mata.

BERITA TERKAIT  Menkop Soroti Peran Koperasi, Desa Kini Bisa Jadi Pusat Ekonomi Baru

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bangkalan segera mengambil langkah konkret dan terukur untuk menangani persoalan tersebut. Percepatan rekonstruksi maupun penguatan struktur dinilai penting agar keselamatan pengguna jalan tetap terjamin serta aktivitas ekonomi masyarakat dan industri tidak terganggu.

(Tim Investigasi Busernasional

Penulis: HjpEditor: Zekki, S.M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *