Dalam Dua Hari, Damkar Bangkalan Evakuasi Dua Ular Piton Sepanjang 4 Meter dari Permukiman Warga

banner 120x600

BANGKALAN, BUSERNASIONAL – Suasana mencekam sempat menyelimuti warga di Jalan Pesalakan, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan, menyusul teror kemunculan ular piton berukuran jumbo yang berkeliaran di lingkungan pemukiman warga. Tak tanggung-tanggung, dalam kurun waktu dua hari terakhir, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bangkalan terpaksa berjibaku mengevakuasi dua ekor ular piton dengan panjang masing-masing mencapai 4 meter.

Keberhasilan operasi penyelamatan ini bermula dari laporan warga yang merasa terancam dengan keberadaan predator tersebut yang kerap muncul dan meresahkan. Berkat respons cepat dan kesigapan petugas di lapangan, kedua ekor reptil ganas tersebut akhirnya berhasil dilumpuhkan dan dievakuasi tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Warga Masih Was-was, Diduga Masih Ada Piton Lain

BERITA TERKAIT  Diduga Asal-Asalan, Proyek Tambal Sulam Jalan Kwanyar-Modung Memakan Korban

Meski dua ekor piton telah berhasil diamankan, ketenangan warga belum sepenuhnya kembali. Isu liar yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa masih ada kemungkinan ular serupa yang masih berkeliaran di sekitar lokasi.

Salah satu petugas Damkar di lapangan saat dikonfirmasi terkait situasi tersebut menegaskan komitmennya untuk terus bersiaga.

“Kami terus melakukan pemantauan dan merespons laporan warga dengan cepat. Berdasarkan keterangan warga, ada kekhawatiran masih ada ular lain yang berkeliaran di area itu,” tegasnya.

Diungsikan ke Kantor Satpol PP, Segera Dilepasliarkan

Saat ini, kedua ekor ular piton tersebut telah diamankan di kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangkalan dalam kondisi hidup.

BERITA TERKAIT  Himpun 4.153 Kantong Darah, PDDI Jakarta Utara Dekati Target Capaian Semester

Pihak berwenang memberikan jaminan bahwa satwa liar tersebut tidak akan dibiarkan kembali mengganggu lingkungan warga. Rencananya, kedua ular tersebut akan segera direlokasi ke habitat aslinya yang jauh dari pemukiman penduduk. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat setempat.

Pihak Damkar juga mengimbau warga Jalan Pesalakan agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Jika kembali mendapati tanda-tanda keberadaan ular, warga diminta untuk tidak melakukan penanganan sendiri, melainkan segera melapor kepada pihak berwenang agar dapat ditangani secara profesional dan terukur.

Penulis: ZQEditor: Zekki, S.M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *