BuserNasional | Surakarta – Prosesi sakral Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Keraton Surakarta Hadiningrat kembali berlangsung dengan penuh khidmat pada Selasa malam. Tradisi tahunan yang menjadi bagian penting dari pergantian Tahun Baru Jawa tersebut diikuti oleh para abdi dalem dan keluarga besar keraton sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.
Dalam prosesi yang sarat nilai spiritual itu, KRA Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M. mendapat kehormatan untuk turut serta dalam barisan kirab sebagai abdi dalem Keraton Surakarta Hadiningrat. Keikutsertaannya menjadi simbol pengabdian sekaligus komitmen dalam menjaga dan melestarikan tradisi budaya Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kepercayaan mengikuti Kirab Pusaka Malam 1 Suro bukanlah amanah yang diberikan kepada sembarang orang. Selain dituntut memiliki kedisiplinan dan loyalitas tinggi, peserta kirab juga harus memahami tata krama, nilai-nilai luhur, serta filosofi budaya yang menjadi bagian dari kehidupan Keraton Surakarta Hadiningrat.
Pada kesempatan tersebut, KRA Dwi Indrotito Cahyono tampil mengenakan busana adat Jawa berwarna hitam lengkap dengan blangkon dan rangkaian bunga melati. Dengan sikap tenang dan penuh wibawa, ia mengikuti seluruh rangkaian prosesi kirab bersama rombongan abdi dalem lainnya.
Kirab Pusaka Malam 1 Suro merupakan tradisi yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Jawa. Prosesi ini menjadi simbol doa dan harapan agar seluruh masyarakat diberikan keselamatan, ketenteraman, kesehatan, serta keberkahan dalam menjalani tahun baru berdasarkan penanggalan Jawa.
Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi, tradisi budaya tersebut tetap mampu bertahan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Ribuan warga dari berbagai daerah setiap tahunnya memadati kawasan sekitar Keraton Surakarta untuk menyaksikan arak-arakan pusaka yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Jawa.
Keikutsertaan KRA Dwi Indrotito Cahyono dalam Kirab Pusaka Malam 1 Suro menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga adat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap warisan leluhur. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat persatuan, serta menjadikan kearifan lokal sebagai fondasi dalam kehidupan bermasyarakat.
(Redaksi BuserNasional | Jurnalis: Busamat)














