BANGKALAN – busernasional.my.id-Kinerja Koordinator Kecamatan (Korcam) Satuan Pelayanan Pendampingan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menuai sorotan tajam dari masyarakat dan organisasi kepemudaan. Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) Kecamatan Kwanyar menilai pejabat berinisial Alfia itu tidak profesional menjalankan tugas, serta diduga memiliki kedekatan khusus dengan sejumlah dapur pelaksana program.

Ketua BNPM Kecamatan Kwanyar, Kholil Aditia, mengungkapkan adanya ketimpangan serius dalam penyaluran bantuan makanan bergizi ke sejumlah lembaga pendidikan. Berdasarkan pemantauan di lapangan, ada titik penyaluran yang menerima pasokan berlebihan, sementara delapan lembaga pendidikan lainnya sama sekali belum pernah menikmati program yang digulirkan pemerintah pusat itu.
“Fakta di lapangan sangat memprihatinkan. Ada delapan lembaga pendidikan di Kecamatan Kwanyar yang siswanya belum menerima program MBG. Di sisi lain, ada titik tertentu yang justru kelebihan pasokan. Ini menimbulkan dugaan kuat adanya ketidakberesan dalam pendistribusian,” tegas Kholil Aditia, Kamis (22/5/2026).
Menurut Kholil, kondisi tersebut jauh dari tujuan utama program MBG yang seharusnya berjalan merata, tepat sasaran, dan menjamin kebutuhan gizi seluruh anak sekolah. Ketimpangan ini diduga muncul karena Korcam lebih mengutamakan kerja sama dengan dapur-dapur tertentu dibandingkan menjalankan aturan dan mengacu pada data riil kebutuhan di wilayah kerja.
Praktik yang diduga tidak profesional ini dinilai berpotensi merusak citra program strategis nasional yang kini menjadi perhatian publik luas. Program bantuan pangan bergizi, kata Kholil, harus dijalankan secara transparan, adil, dan bebas dari kepentingan kelompok atau individu tertentu.
“Program MBG ini sangat besar manfaatnya bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Namun jika pelaksana di lapangan tidak profesional dan diduga bermain-main dengan sebagian dapur, maka tujuan mulia program ini bisa gagal total di tengah jalan,” ujarnya.
Atas persoalan tersebut, BNPM Kecamatan Kwanyar mendesak instansi berwenang segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Korcam SPPG MBG di wilayahnya. Organisasi pemuda ini bahkan meminta agar pencopotan jabatan dilakukan apabila terbukti ada pelanggaran prosedur dan aturan dalam pelaksanaan program.
“Kami minta tindakan tegas. Jika terbukti tidak profesional dan merugikan masyarakat luas, maka Korcam harus dicopot. Jangan sampai satu oknum saja merusak program yang seharusnya hadir memenuhi kebutuhan gizi anak-anak kita,” pungkas Kholil Aditia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Korcam SPPG MBG Kecamatan Kwanyar maupun pihak terkait terkait tuduhan dan sorotan yang muncul.














