Bangkalan, busernasional.my.id – Kinerja Badan Pusat Statistik (BANS) Kabupaten Bangkalan khususnya dalam pelaksanaan sensus di tingkat desa menuai kritik pedas dan sorotan tajam dari masyarakat,Baru hitungan hari dilantik profesionalisme para petugas lapangan dipertanyakan setelah kedapatan mengabaikan prosedur pendataan yang seharusnya dilakukan dari rumah ke rumah.
Kekecewaan mendalam ini salah satunya disuarakan oleh Azis, warga Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Ia mengeluhkan sikap petugas sensus yang terkesan malas dan sekadar “lewat” tanpa melakukan pendataan di kediamannya.
“Petugas sensus tidak melakukan pendataan di rumah kami malah lewat begitu saja di depan rumah,Belum ada seminggu dilantik menjadi petugas sensus kok kerjanya sudah seperti ini,”Ujarnya Rabu (17/06/2026)
Azis bahkan mempertanyakan kelayakan kinerja ini dan menduga adanya keterlibatan oknum aparatur birokrasi di tingkat desa hingga kecamatan.
“Apakah ada permainan dari Kepala Desa Langkap atau pihak tingkat kecamatan” Jelasnya.
BPS Bangkalan dituding terkesan “masuk angin” dan tutup mata terhadap realita di lapangan. Jika pembiaran ini terus berlanjut, proyek sensus yang memakan anggaran negara besar tersebut dikhawatirkan hanya akan menghasilkan “data tembakan” alias data fiktif yang tidak sesuai dengan kondisi riil masyarakat bawah.
Publik kini mendesak Kepala BPS Bangkalan untuk segera mengevaluasi total kinerja bawahannya, memberikan sanksi tegas kepada petugas yang malas, serta mengklarifikasi dugaan adanya intervensi atau “titipan permainan” dari pihak Pemdes Langkap maupun Kecamatan Burneh. Data yang akurat tidak akan pernah tercipta dari mental petugas yang hanya mengandalkan formalitas di atas kertas.”Tutupnya














