BANGKALAN, BUSERNASIONAL.MY.ID — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) resmi mengukir sejarah baru dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di tanah garam Madura. Tepat pada momentum peringatan hari jadi perak, kampus kebanggaan masyarakat Madura ini secara resmi meluncurkan (launching) Fakultas Kedokteran yang dibarengi dengan Pembukaan Dies Natalis UTM ke-25 pada Jumat, 12 Juni 2026.

Acara sakral yang mengusung visi besar “Tumbuh Berdaya, Berdampak Nyata” ini digelar dengan penuh khidmat di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer, kompleks Kampus Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan. Dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai, peresmian ini menjadi babak baru sekaligus jawaban atas penantian panjang masyarakat Madura akan hadirnya pencetak pahlawan medis lokal.
Hadir langsung dalam peresmian strategis tersebut, jajaran elit akademisi dan birokrat tingkat nasional yang memberikan dukungan penuh atas berdirinya fakultas kedokteran baru ini. Di antaranya adalah Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H.; Sesditjen Kemendiktisaintek, Prof. Dr. Med. Setiawan, dr.; Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK, Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M.; serta Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE., MM.
Dalam sambutannya, Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ menegaskan bahwa pendirian Fakultas Kedokteran ini bukan sekadar perluasan program studi, melainkan sebuah misi kemanusiaan dan pengabdian nyata untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Madura dan seluruh pelosok nusantara.
“Dua puluh satu tahun hingga seperempat abad perjalanan Universitas Trunojoyo Madura membawa kita pada titik sejarah ini. Sesuai tema Dies Natalis ke-25, kita ingin UTM terus tumbuh mandiri, berdaya saing global, namun yang paling penting adalah memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Fakultas Kedokteran ini adalah persembahan kami untuk negeri,” ungkap Prof. Safi’ di hadapan para tamu undangan.
Langkah taktis UTM ini mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari kementerian terkait. Kehadiran para tokoh medis dan pembuat kebijakan nasional dalam peresmian ini menandakan bahwa kurikulum, standarisasi, dan fasilitas penunjang yang disiapkan oleh Fakultas Kedokteran UTM telah memenuhi kualifikasi nasional yang sangat ketat.
Dengan resminya pembukaan Dies Natalis ke-25 ini, UTM juga memulai rangkaian agenda strategis dan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari perayaan seperempat abad kiprahnya. Kehadiran Fakultas Kedokteran UTM diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses kesehatan serta melahirkan dokter-dokter profesional yang memiliki kepekaan sosial tinggi di wilayah Jawa Timur pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.














