Bandung – BuserNasional.my.id // Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, mengambil langkah tegas setelah membludaknya keluhan masyarakat terkait gangguan aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
KDM turun langsung ke Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk mendengarkan keluhan para orang tua siswa yang mengalami kesulitan saat mengakses sistem pendaftaran. Sejumlah warga mengaku data pendaftaran bermasalah, akun tidak dapat diakses, hingga aplikasi dinilai membingungkan dan menyulitkan proses penerimaan murid baru.
Dalam sidaknya, KDM menilai terdapat kelalaian dalam pengembangan aplikasi SPMB. Ia menegaskan bahwa sistem tersebut seharusnya dibangun dan diawasi oleh instansi yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi agar tidak merugikan masyarakat.
Sebagai bentuk evaluasi, Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Disdik Jabar, Suhendar, dinonaktifkan sementara dari jabatannya. Posisi tersebut kemudian diisi oleh pejabat dari Diskominfo Jawa Barat sebagai pelaksana harian guna memastikan perbaikan sistem berjalan lebih optimal.
“Kekacauan ini bukan pada aturan penerimaannya, tetapi pada sistem aplikasi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya,” tegas KDM saat meninjau langsung pengaduan masyarakat.
Langkah cepat KDM tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet menilai tindakan tegas terhadap pejabat yang dianggap bertanggung jawab merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik. Namun, sejumlah pihak juga meminta evaluasi menyeluruh agar persoalan serupa tidak kembali terulang pada tahun-tahun berikutnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan proses SPMB 2026 tetap berjalan dengan perbaikan sistem secara bertahap, sehingga hak para calon peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan tidak terganggu.
Jurnalis: Busamat
Editor: Redaksi
Sumber: Antara, Liputan6, IDN Times Jabar














