NYAWA PASIEN DIUJUNG TANDUK! Pelayanan IGD RSUD Syamrabu Bangkalan Jadi Sorotan, Diduga Tolak Pasien Darurat Demi Prosedur Administrasi!

banner 120x600

​BANGKALAN, BUSERNASIONAL.MY.ID,– Alih-alih mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tanggap, seorang pasien lanjut usia (lansia) yang tengah mengerang kesakitan dalam kondisi gawat darurat diduga kuat menjadi korban penolakan secara halus oleh oknum petugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Syamrabu Bangkalan. Insiden memilukan ini sontak memicu kecaman keras dan menjadi sorotan tajam publik.


​Berdasarkan investigasi dan data yang dihimpun tim redaksi di lapangan, peristiwa bermula saat keluarga pasien mendatangi IGD RSUD Syamrabu dengan harapan mendapatkan pertolongan pertama. Ironisnya, meski keluarga sudah mengantongi Surat Pengantar Tindakan Medis langsung dari Dokter Spesialis Bedah, dr. Yusfik Helmi, pihak IGD justru bergeming.
​Bukankah nyawa manusia di atas segalanya? Nyatanya, pihak IGD disinyalir lebih memilih “menyembah” birokrasi ketimbang menyelamatkan nyawa. Pasien yang sudah kritis tersebut justru diusir secara halus dan dipaksa kembali ke Puskesmas hanya demi selembar surat rujukan ke Poli Bedah, dengan dalih adanya regulasi baru per Juni 2026.
​Keluarga Pasien Menjerit: “Kondisinya Sudah Parah dan Sepuh!”
​Langkah RSUD Syamrabu Bangkalan ini jelas menyisakan luka mendalam dan kebingungan bagi keluarga pasien. Di saat jarum jam terus berputar melawan maut, mereka justru diputar-putar oleh aturan yang dinilai tidak memanusiakan manusia.
​”Kondisi pasien saat itu sudah cukup parah, sudah sepuh (tua) dan sangat membutuhkan penanganan medis segera! Kami sudah patuh melakukan pendaftaran, tetapi malah didepak dan disuruh balik ke Puskesmas dulu. Di mana hati nurani mereka?” cetus salah satu anggota keluarga dengan nada kecewa dan geram.
​Keluarga pasien dengan tegas mempertanyakan urgensi kebijakan baru tersebut. Bagi mereka, kondisi pasien sudah masuk dalam kategori “Golden Period” (kegawatdaruratan) yang wajib diprioritaskan oleh fasilitas kesehatan mana pun, tanpa dihambat oleh tetek-bengek administrasi.
​Oknum Dokter IGD Diduga Terlibat, Manajemen RSUD Bungkam?
​Borok pelayanan ini diduga kuat melibatkan salah satu oknum dokter yang tengah piket di IGD RSUD Syamrabu saat kejadian berlangsung. Dokter yang seharusnya menjadi garda terdepan penyelamat nyawa, justru diduga menjadi aktor utama di balik penolakan pasien darurat ini.
​Sayangnya, hingga berita ini naik cetak, pihak RSUD Syamrabu Bangkalan tampaknya masih memilih main aman dan bungkam. Belum ada pernyataan resmi, baik dari oknum dokter yang bersangkutan maupun dari jajaran manajemen rumah sakit, terkait kronologi dan dasar pemikiran mereka menolak pasien kritis tersebut.
​Masyarakat Bangkalan kini mendesak keras agar Dinas Kesehatan dan jajaran direksi RSUD Syamrabu segera turun tangan melakukan evaluasi total. Kasus ini tidak boleh menguap begitu saja demi menghindari spekulasi liar dan hilangnya kepercayaan publik terhadap institusi medis plat merah tersebut.

BERITA TERKAIT  Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Mobil di SPBU Klampis Bangkalan
Penulis: MkEditor: Zekki, S.M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *