BANGKALAN || Busernasional.my.id – Guna menciptakan suasana yang kondusif di wilayah Kabupaten Bangkalan, Ketua Forum Pemuda Bangkalan, M. Mukri, secara resmi mengeluarkan imbauan kepada seluruh pihak untuk menyudahi segala bentuk polemik. Ia mengajak seluruh elemen untuk kembali mempererat tali silaturahmi dan membangun sinergi yang harmonis dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bangkalan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga stabilitas daerah serta membangun hubungan kemitraan yang humanis di lingkungan pendidikan Bangkalan.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Bangkalan, Sabtu (30/05/2026), M. Mukri tampak hadir bersama jajaran pengurus PGRI Bangkalan. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan kembali hubungan, saling memaafkan, dan memperkuat koordinasi antara pemuda dengan organisasi profesi guru tersebut.
M. Mukri menegaskan bahwa segala kesalahpahaman yang sempat terjadi telah tuntas diselesaikan dengan semangat kekeluargaan. Menurutnya, sebagai manusia biasa, setiap pihak tentu tidak luput dari kekhilafan, sehingga semangat kebersamaan jauh lebih penting untuk masa depan daerah.
“PGRI saat ini kondisinya aman-aman saja. Kita sebagai mitra strategis siap mendukung penuh. Apa yang terjadi kemarin sudah kita maafkan. Kita harus sadar, Ketua PGRI juga manusia yang tidak luput dari kesalahan dan dosa,” tegas Mukri saat memberikan keterangan kepada awak media di lokasi.
Lebih lanjut, M. Mukri mengajak seluruh elemen masyarakat dan para pemuda di Bangkalan untuk menatap masa depan dengan bijak. Ia mengimbau agar dinamika yang sempat memanas disikapi dengan kedewasaan melalui budaya tabayun atau klarifikasi, serta mengedepankan tenggang rasa.
“Mari kita satukan kembali hubungan seperti semula. Kita semua masih butuh bimbingan dan harus saling menjaga satu sama lain. Kami dari Forum Pemuda Bangkalan sangat memahami situasi ini dan berkomitmen untuk terus berjalan beriringan dengan PGRI,” tambahnya.
Di akhir penyataannya, Mukri menekankan pentingnya komunikasi dua arah yang intensif. Hal ini dilakukan demi menyamakan persepsi dalam membangun daerah yang lebih maju dan beradab.
“Mari kita lakukan koordinasi yang baik, biar terjalin hubungan yang humanis dan harmonis ke depannya demi kemajuan Bangkalan yang kita cintai ini,” pungkasnya.














