SURABAYA, Buser Nasional – Aksi koboi oknum aparat mencoreng institusi kembali terjadi. Seorang oknum Perwira Menengah TNI Angkatan Laut berpangkat Mayor berinisial MOT (40), diduga mengamuk dan melakukan penganiayaan brutal terhadap Kanit Samapta Polsek Tegalsari, Iptu Agus Mujiono, Minggu (24/5) dini hari.

Peristiwa yang memicu ketegangan antara dua institusi penegak hukum ini bermula sekira pukul 01.00 WIB. Saat itu, operator Call Center 110 Polrestabes Surabaya menerima laporan masyarakat terkait keributan di Hensman Coffee and Spirit, Jalan Dr. Wahidin, Surabaya. Oknum tersebut dilaporkan meresahkan warga dengan menenteng senjata tajam jenis parang.
Gerak cepat pun dilakukan. Kapolsek Tegalsari, AKP Pandhu Bimantara, bersama Kanit Samapta Iptu Agus Mujiono segera meluncur ke lokasi kejadian (TKP) dengan melakukan koordinasi bersama personel Garnisun Tetap (Gartap) III/Surabaya.
Setibanya di lokasi, petugas sempat mengamankan sebilah parang milik pelaku. Namun, bukannya kooperatif, oknum Mayor berinisial MOT ini justru kabur dengan menumpangi mobil Toyota Innova Reborn bernomor polisi W 1068 EH.
Aksi kejar-kejaran bak film action tak terelakkan di ruas jalan protokol Surabaya. Setelah melalui pengejaran sengit, tepat pukul 02.10 WIB, tim gabungan piket patroli Polsek Tegalsari dan tiga personel Gartap III/Surabaya akhirnya berhasil mencegat mobil tersebut di Jalan MH Thamrin.
Diduga dalam kondisi lepas kendali, oknum tersebut melakukan perlawanan hingga terjadi gesekan fisik yang mengakibatkan Iptu Agus Mujiono tak sadarkan diri (pingsan) di tempat kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait motif di balik aksi brutal yang dilakukan oknum perwira tersebut. Kasus ini kini menjadi sorotan tajam publik, mengingat keterlibatan oknum aparat dalam tindakan kriminal yang membahayakan nyawa anggota lain di lapangan.














