Surat Terbuka untuk Presiden, Warga Madura Tagih Keadilan bagi Petani Tembakau, Garam, hingga Sektor Migas

banner 120x600

BuserNasional.id Madura — Aspirasi masyarakat Madura kembali menguat melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam seruan tersebut, masyarakat menuntut keberpihakan nyata pemerintah terhadap sektor-sektor strategis yang menjadi denyut ekonomi Madura, mulai dari tembakau, garam, migas, hingga pengusaha lokal.

Madura dikenal sebagai salah satu sentra penghasil tembakau terbesar di Indonesia. Namun, para petani menilai hingga kini mereka masih menghadapi persoalan klasik seperti fluktuasi harga, ketidakpastian pasar, hingga beban biaya produksi dan pajak yang dinilai belum sebanding dengan perlindungan yang diberikan negara.

“Petani dan pengusaha jangan terus diperas oleh sistem yang tidak berpihak. Mereka membutuhkan keadilan, bukan sekadar janji,” demikian isi seruan dalam surat terbuka tersebut.

BERITA TERKAIT  KJNI Dorong Desa Transparan, Grafik Capaian Pembangunan Dinilai Penting

Selain tembakau, masyarakat juga menyoroti sektor garam yang selama ini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di wilayah pesisir Madura. Mereka meminta pemerintah mempercepat modernisasi tambak garam, memberikan jaminan harga yang stabil, serta mempermudah distribusi hasil produksi agar kesejahteraan petambak meningkat.

Di sektor energi, potensi migas Madura disebut harus dioptimalkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat lokal. Warga berharap hasil kekayaan alam tidak hanya mengalir keluar daerah, tetapi juga memberi dampak langsung bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Madura.

Tidak kalah penting, kalangan pengusaha lokal juga meminta dukungan pemerintah melalui akses permodalan yang lebih mudah, penyederhanaan perizinan, serta penciptaan iklim usaha yang kompetitif dan berpihak pada pelaku usaha daerah.

BERITA TERKAIT  Trotoar yang Hilang Kini Direbut Kembali

Dalam penutup suratnya, masyarakat Madura menegaskan bahwa mereka tidak membutuhkan retorika politik, melainkan keputusan konkret dari pemerintah pusat.

“Energi adalah milik rakyat, keadilan adalah hak kami. Kami tidak butuh pidato yang berapi-api, kami butuh kebijakan yang benar-benar memihak rakyat Madura,” tulis pernyataan tersebut.

kini mulai ramai digaungkan di media sosial sebagai simbol desakan publik agar pemerintah memberi perhatian lebih serius terhadap potensi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Madura.

Tagar seperti #MaduraBicara, #KeadilanUntukMadura, dan #MigasUntukMadura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *