Jembatan dan Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Somber Tambelangan Galang Dana Swadaya di Jalanan

banner 120x600

 

SAMPANG, BUSERNASIONAL.MY.ID – Kecewa dengan janji manis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang yang tak kunjung terealisasi, warga Desa Somber, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, terpaksa turun ke jalan untuk meminta amal dan sumbangan guna memperbaiki akses jalan raya penghubung Tambelangan menuju Banyuates.

Pantauan media di lokasi pada Sabtu (10/10/2026), tampak warga bersama para pemuda Plenggiyan—bahkan anak-anak kecil—turun ke pinggir jalan menggalang dana swadaya demi kelancaran akses transportasi desa.

Janji Bupati Sejak 2021 Tak Kunjung Terealisasi

Langkah menggalang dana swadaya ini diambil masyarakat akibat rasa frustrasi terhadap janji Pemkab Sampang. Janji perbaikan yang pernah disampaikan langsung oleh Bupati Sampang sejak tahun 2021 hingga akhir 2026 ini tak kunjung terwujud.

Kondisi jalan sepanjang 70 meter dengan lebar 3 meter tersebut kian memprihatinkan dan membahayakan para pengguna jalan yang melintas.

“Pemerintah Kabupaten Sampang cuma janji-janji terus. Yang dijanjikan Bupati Sampang mulai dari tahun 2021 sampai sekarang 2026 belum ada realisasinya sama sekali, sampai warga terpaksa cari sumbangan sendiri,” ujar salah satu perwakilan warga di lokasi.

Target Dana Rp50 Juta, Dana Terkumpul Baru Rp10 Juta

Ketua Panitia Swadaya, Moh Taji, didampingi Bendahara Zey dan Pengelola Keuangan Matjuri, menjelaskan bahwa perbaikan jalan sepanjang 70 meter tersebut membutuhkan total anggaran sekitar Rp50 juta.

BERITA TERKAIT  Dengan Sholawat Kinerja Jurnalis Makin Bermartabat.

Rencananya, jika anggaran mencukupi, warga ingin melakukan pengecoran jalan menggunakan truk molen beton siap pakai (ready mix) langsung dari Sampang. Perkiraan biaya pengecoran tersebut membutuhkan sekitar 10 truk molen dengan estimasi harga Rp5 juta per truk. Namun, jika dana tidak mencukupi, pengecoran terpaksa dilakukan secara manual.

“Inginnya dibeton pakai cor molen besar dari Sampang, butuh sekitar 10 truk molen dengan estimasi Rp50 juta. Tapi saat ini dana yang terkumpul baru ada sekitar Rp10 juta. Kalau memang tidak cukup, ya terpaksa kita kerjakan secara manual seadanya,” terang Moh Taji.

Skema Partisipasi dan Kesadaran Warga Lokal

Dalam aksi penggalangan dana ini, pengurus panitia dan pemuda setempat menetapkan target partisipasi swadaya bagi pemilik kendaraan lokal/dekat yang berdomisili di sekitar wilayah tersebut:

  • Kendaraan Roda 6 (Truk): Ditargetkan partisipasi sebesar Rp250.000
  • Kendaraan Roda 4 (Mobil): Ditargetkan partisipasi sebesar Rp150.000
BERITA TERKAIT  Hari Jadi Magetan ke-351, DPD LIRA Buka Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

Sementara itu, untuk pengendara umum atau warga luar daerah yang sekadar melintas, panitia tidak mematok nominal dan menerimanya secara sukarela.

“Untuk target partisipasi itu khusus pemilik armada roda 4 dan roda 6 yang rumahnya dekat sini saja. Kalau untuk pengendara umum yang lewat, ya seikhlasnya saja, mulai dari Rp1.000 sampai Rp20.000,” tambah pihak panitia.

Masyarakat Desa Somber dan para pemuda Plenggiyan berharap berita ini dapat mengetuk hati dan menjadi perhatian serius bagi para pejabat publik serta jajaran Pemkab Sampang agar segera turun tangan merealisasikan pembangunan jalan tersebut.

Reporter: Redaksi Buser Nasional Editor: Tim Buser Nasional Kabupaten Sampang – Jawa Timur

BERITA TERKAIT  Sambut Hari Santri Nasional 2026, Pagar Nusa Cabang Bangil Kukuhkan dan Baiat 355 Anggota
Penulis: JtEditor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *