KUDUS — Masjid Al Aqsha Menara Kudus kembali menjadi pusat kegiatan keilmuan Islam dengan digelarnya Pengajian Ngaji Bareng Edisi Gus Baha’ yang mengkaji kitab hadits Shahih Bukhari. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat Pon, 5 Juni 2026, pukul 13.30 WIB atau setelah pelaksanaan Shalat Jumat. Pengajian terbuka untuk masyarakat umum, baik laki laki maupun perempuan, sebagai bagian dari ikhtiar memperluas pemahaman keislaman berbasis Al Qur’an dan Sunnah.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) tersebut menghadirkan KH M. Yusru Hana Sya’roni sebagai pemateri utama. Dalam forum ini, jamaah akan diajak mengkaji kandungan hadits hadits pilihan yang termuat dalam kitab Shahih Bukhari, salah satu kitab hadits paling otoritatif dalam tradisi Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Pengajian akan dilaksanakan di kompleks Masjid Al Aqsha Menara Kudus yang selama berabad abad dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran dakwah Islam di Pulau Jawa. Kehadiran forum kajian ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi masyarakat yang ingin memperdalam pemahaman agama secara sistematis dan berkesinambungan.
Kitab Shahih Bukhari yang menjadi pokok pembahasan merupakan karya monumental Imam Muhammad bin Ismail Al Bukhari. Kitab tersebut memuat ribuan hadits shahih yang telah melalui proses seleksi ketat dan menjadi rujukan utama para ulama dalam memahami ajaran Rasulullah SAW. Oleh karena itu, kajian terhadap kitab ini memiliki nilai penting dalam memperkuat pemahaman umat terhadap prinsip prinsip ibadah, akhlak, muamalah, hingga kehidupan sosial kemasyarakatan.
Panitia menjelaskan bahwa kegiatan Ngaji Bareng Edisi Gus Baha’ merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap Jumat awal bulan. Selain menjadi sarana menimba ilmu agama, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat serta menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat.
Tidak hanya menghadirkan kajian Shahih Bukhari, Masjid Al Aqsha Menara Kudus juga secara rutin menyelenggarakan sejumlah pengajian lain yang terbuka bagi masyarakat luas. Di antaranya adalah kajian Tafsir Al Qur’an yang diasuh oleh KH M. Yusru Hana Sya’roni setiap Jumat setelah Shalat Subuh, kajian Riyadlus Shalihin bersama KH Saifuddin Luthfi setiap malam Selasa setelah Shalat Maghrib, serta pengajian Tarbiyah Umum yang membahas tauhid dan fiqih dasar setiap Ahad siang setelah Shalat Dhuhur.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pengelola masjid dalam menghidupkan tradisi keilmuan Islam yang telah mengakar kuat di Kota Kudus. Melalui kajian yang terjadwal dan terbuka untuk berbagai kalangan, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus mengamalkan nilai nilai Islam dalam kehidupan sehari hari.
Selain menjadi wadah penguatan ilmu, forum pengajian juga memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan zaman. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, masyarakat memerlukan sumber rujukan yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. Kajian kitab kitab turats yang dipandu para ulama dan pengasuh pesantren menjadi salah satu cara untuk menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam yang moderat, mendalam, dan berakar pada sumber sumber otentik.
Panitia mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk menghadiri kegiatan tersebut dan memanfaatkan kesempatan belajar langsung dari para ulama. Dengan suasana yang terbuka dan penuh kekeluargaan, pengajian diharapkan tidak hanya menjadi sarana menambah wawasan keagamaan, tetapi juga memperkuat nilai nilai persaudaraan, kebersamaan, dan semangat membangun kehidupan yang lebih baik berdasarkan tuntunan Islam.
Kegiatan Ngaji Bareng Edisi Gus Baha’ ini menjadi salah satu bukti bahwa tradisi pengajian kitab klasik tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat modern. Dari Menara Kudus, semangat menuntut ilmu terus dijaga dan diwariskan, menghubungkan generasi masa kini dengan khazanah keilmuan Islam yang telah terbangun selama berabad abad.














