Guru Kabupaten Bangkalan Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Dragonshot Ki Hajar Dewantara 2026

banner 120x600

Bangkalan – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan para pendidik asal Kabupaten Bangkalan dalam ajang Kejuaraan Dragonshot Ki Hajar Dewantara 2026 tingkat Jawa Timur yang digelar di GOR Gelanggang Pemuda UNESA, Surabaya, pada 19–22 Mei 2026.

 

Dalam kejuaraan yang diikuti pelajar, guru dan dosen se-Jawa Timur tersebut, dua guru muda berhasil membawa pulang medali perunggu untuk kategori guru. Mereka adalah Dinda Ayu Oktaviani dari SMK Negeri 1 Kamal dan Ita Alfi Ihsani dari SMK Negeri 1 Bangkalan.

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bangkalan. Di tengah persaingan ketat peserta dari berbagai daerah, keduanya mampu menunjukkan kemampuan dan semangat juang hingga berhasil naik podium.

BERITA TERKAIT  Mahasiswa Ber-IPK Tertinggi di Moestopo Dapat Bonus Rp10 Juta, Ini Tujuan Kampus

Dinda Ayu Oktaviani mengaku bangga atas pencapaian tersebut, namun dirinya masih belum puas dan bertekad meraih hasil lebih baik di tahun mendatang.

“Kami bangga bisa membawa pulang medali perunggu untuk Kabupaten Bangkalan. Tapi saya pribadi masih belum puas. Tahun depan kami bertekad membawa pulang medali emas dan membuktikan bahwa guru-guru SMK Negeri 1 Kamal juga mampu menorehkan prestasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa prestasi tidak hanya datang dari para siswa, namun tenaga pendidik juga harus mampu memberikan contoh positif melalui kompetensi dan pencapaian nyata.

“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa bukan hanya siswa dan siswi SMK Negeri 1 Kamal yang berprestasi. Guru-gurunya juga memiliki komitmen untuk terus berkembang dan membawa nama baik sekolah,” tambahnya.

BERITA TERKAIT  Rayakan Hari Kartini, Dharma Wanita Persatuan UTM Gelar Lomba Paduan Suara Semarak

Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi dunia pendidikan di Bangkalan untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Selain itu, capaian para guru ini juga menjadi bukti bahwa semangat kompetisi dan pengembangan diri terus hidup di kalangan tenaga pendidik di Madura.

Penulis: ZQEditor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *