BANGKALAN, BUSERNASIONAL – Polemik sengketa lahan yang menahun di SDN Lerpak 2, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, kini mencapai titik didih. Merasa diabaikan, keluarga pemilik sah lahan tersebut akhirnya melayangkan somasi keras kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan, Selasa (19/5/2026).

Kuasa hukum keluarga pemilik lahan, Abdul Rohman, menegaskan bahwa langkah somasi ini diambil menyusul nihilnya itikad baik dari Pemerintah Daerah melalui Disdik untuk menyelesaikan sengketa tersebut. Pihak keluarga mengaku lelah menunggu janji tanpa adanya realisasi nyata terkait status lahan yang memiliki dasar hukum kuat berupa sertifikat hak milik.
“Sampai saat ini tidak ada pembicaraan lebih lanjut dari Disdik. Itu kan tanah milik warga, ada sertifikatnya, sah secara hukum,” tegas Abdul Rohman di hadapan awak media.
Tidak main-main, dalam somasi tersebut pihak keluarga memberikan ultimatum tegas kepada Disdik Bangkalan untuk memberikan keputusan final paling lambat pada 22 Mei 2026 mendatang. Jika hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada titik terang, pihak keluarga mengancam akan melakukan tindakan ekstrem, yakni membongkar bangunan sekolah yang berdiri di atas lahan mereka.
“Kalau tidak juga ada keputusan, terpaksa kami membongkar bangunan sekolah itu,” imbuhnya dengan nada serius.
Menanggapi ancaman pembongkaran tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan, Moh Musleh, memberikan tanggapan. Ia mengakui bahwa pihaknya telah menerima somasi dari pihak keluarga terkait rencana pembongkaran gedung sekolah. Namun, Musleh mengingatkan bahwa segala tindakan harus menempuh jalur hukum yang benar dan tidak boleh main hakim sendiri.
Menurut Musleh, aksi pembongkaran fasilitas pendidikan tidak dapat dilakukan secara sepihak sebelum adanya putusan inkrah dari pengadilan.
“Tidak boleh ada pembongkaran selama tidak ada putusan atau perintah pengadilan. Apalagi, perkara sengketa ini belum disidangkan di Pengadilan Negeri,” terang Musleh.
Hingga berita ini diturunkan, tensi di SDN Lerpak 2 kian meningkat. Publik kini menanti langkah konkret dari Pemkab Bangkalan agar nasib ratusan siswa yang menuntut ilmu di sekolah tersebut tidak terkatung-katung akibat sengketa lahan yang belum usai. (Tim/Red)














