Bangkalan,busernasional.my.id – Api polemik dugaan persoalan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN Kamoneng belum juga mereda—justru kian membesar dan menyeret nama-nama baru ke pusaran isu. Kali ini, sorotan tajam tidak hanya tertuju pada dugaan penyimpangan, tetapi juga pada munculnya tudingan terhadap seorang aktivis lokal yang disebut-sebut sebagai “pembocor” informasi ke publik.

Isu makin panas setelah beredar kabar soal dugaan aliran dana puluhan juta rupiah yang disebut-sebut sebagai upaya “pengkondisian” agar persoalan tidak melebar. Kabar ini cepat menyebar di tengah masyarakat, memicu kecurigaan sekaligus tanda tanya besar. Namun hingga saat ini, informasi tersebut masih sebatas isu liar yang belum teruji secara hukum.
Aktivis yang terseret dalam kabar tersebut tak tinggal diam. Dengan nada tegas, ia membantah keras tudingan yang diarahkan kepadanya, bahkan menantang pihak yang menuduh untuk membuka bukti.
“Jangan lempar isu tanpa dasar. Kalau memang ada, buktikan. Jangan jadikan saya kambing hitam,” tegasnya.
Ia menilai, tudingan itu tidak hanya mencederai nama baiknya, tetapi juga berpotensi mengaburkan substansi persoalan yang sebenarnya. Menurutnya, fokus publik seharusnya tetap pada dugaan masalah utama, bukan dialihkan ke serangan personal.
Di tengah silang sengkarut isu, publik justru semakin dibuat penasaran. Dugaan adanya “uang pelicin” yang beredar di balik layar menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan warga. Desakan agar fakta dibuka secara terang pun semakin menguat.
Ironisnya, hingga kini pihak sekolah yang namanya disebut dalam pusaran isu masih belum memberikan pernyataan resmi. Upaya konfirmasi kepada sejumlah pihak terkait juga belum membuahkan hasil, menambah kesan adanya ruang gelap yang belum tersentuh klarifikasi.
Sejumlah pengamat menilai, situasi ini berpotensi semakin liar jika tidak segera direspons secara terbuka. Mereka mengingatkan, polemik dana PIP yang sejatinya diperuntukkan bagi siswa kurang mampu tidak boleh dibiarkan menjadi bola panas tanpa arah.
“Ini bukan sekadar isu biasa. Ini menyangkut hak siswa. Kalau benar ada penyimpangan, harus dibuka. Kalau tidak, hentikan spekulasi,” ujar seorang pengamat.
Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari pihak berwenang. Transparansi dan penanganan profesional dinilai menjadi kunci untuk meredam kegaduhan sekaligus mengembalikan kepercayaan publik yang mulai tergerus.
Di tengah panasnya situasi, semua pihak diingatkan untuk tidak gegabah dalam melontarkan tuduhan. Asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung, hingga kebenaran benar-benar terungkap di hadapan hukum.(Team/Red)














