Budaya  

Anoman Obong, Warisan Budaya yang Tetap Hidup di Tengah Modernisasi Jawa Timur

banner 120x600

JAWA TIMUR – Di tengah arus modernisasi dan perkembangan hiburan digital, kesenian tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Salah satu pertunjukan yang masih memikat perhatian adalah Anoman Obong, lakon ikonik dari epos Ramayana yang sarat nilai keberanian, kesetiaan, dan perjuangan menegakkan kebenaran.

Pertunjukan ini menampilkan kisah Anoman (Hanoman), kera putih sakti yang menyusup ke Kerajaan Alengka demi menyampaikan kabar kepada Dewi Sinta yang diculik Rahwana. Meski tertangkap dan dihukum dibakar hidup-hidup, Anoman justru menggunakan api tersebut untuk membakar istana Alengka sebagai simbol kemenangan atas kejahatan.

Di Jawa Timur, pelestarian seni ini terus hidup melalui peran para pegiat budaya lokal, salah satunya komunitas Arjuna CS Ketindan di Desa Ketindan, Lawang, yang dikenal aktif menjaga eksistensi seni pertunjukan tradisional agar tetap dikenal generasi muda.

“Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi identitas yang membentuk karakter generasi masa depan. Menjaga budaya berarti menjaga akar sejarah dan jati diri bangsa,” menjadi semangat yang terus dipegang para pegiat seni.

Komunitas Arjuna CS Ketindan berharap kesenian Anoman Obong dan seni tradisi lainnya terus mendapat ruang berekspresi, dukungan masyarakat, serta perhatian pemerintah agar tidak sekadar menjadi hiburan sesaat. Khususnya di Ketindan, Lawang, warisan budaya ini diharapkan terus diwariskan lintas generasi sehingga tidak pudar, terlebih sampai punah di tengah derasnya arus budaya modern.

Tak hanya menyuguhkan cerita heroik, Anoman Obong juga menghadirkan aksi panggung memukau melalui kostum kera putih, riasan ekspresif, hingga atraksi api yang menjadi daya tarik utama. Kesenian ini menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap mampu hidup, berkembang, dan memberi warna di era kekinian.

BuserNasional | Melestarikan budaya, merawat jati diri bangsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *