BANGKALAN ,busernasional.my.id–Teka-teki kasus penyekapan satu keluarga asal Jombang yang sempat viral di wilayah Kecamatan Socah, Bangkalan, akhirnya menemui titik terang. Setelah dua bulan menghindar dari kejaran petugas, Satreskrim Polres Bangkalan berhasil mengamankan sosok yang diduga kuat sebagai dalang di balik peristiwa tersebut.

Kasus yang menyita perhatian publik ini merupakan hasil koordinasi lintas wilayah. Berdasarkan keterangan kepolisian, meski lokasi penyekapan berada di Bangkalan, akar permasalahan dan tempat kejadian perkara (TKP) awal bermula dari Kabupaten Jombang.
Penjemputan Paksa Setelah Mangkir
Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa pihaknya bergerak berdasarkan permintaan bantuan dari Polres Jombang. Target operasi kali ini adalah seorang perempuan berinisial NH, yang statusnya telah dinaikkan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.
”TKP awal sebenarnya terjadi di Jombang. Ini terkait kasus penyekapan beberapa waktu lalu yang sempat viral di media sosial,” ujar AKP Hafid saat memberikan keterangan di Mapolres Bangkalan, Senin (11/05/2026).
AKP Hafid menjelaskan bahwa NH sebelumnya bersikap tidak kooperatif. Ia tercatat beberapa kali mangkir dari panggilan resmi penyidik Polres Jombang, sehingga diperlukan tindakan penjemputan paksa.
Kronologi Pengamanan
Proses pengamanan NH tidak dilakukan di kediamannya, melainkan melalui pengintaian di lapangan. Petugas berhasil mencegat NH saat dirinya tengah melakukan mobilisasi di wilayah Bangkalan.
- Lokasi Penangkapan: Di jalan raya (saat dalam perjalanan).
- Status Terkini: NH telah diserahkan sepenuhnya kepada Polres Jombang untuk menjalani pemeriksaan intensif.
- Peran Polres Bangkalan: Pemberian bantuan back-up operasional guna menghadirkan saksi/terduga pelaku yang bersembunyi di wilayah hukum Bangkalan.

”Kami mengamankan saudari NH saat yang bersangkutan berada di jalan. Setelah dilakukan koordinasi administratif, NH langsung kami serahkan ke pihak Polres Jombang selaku pemilik wilayah hukum perkara tersebut,” pungkas AKP Hafid.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik penyekapan tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam pelarian NH selama dua bulan terakhir.














