Palopo- Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Palopo menyatakan sikap tegas terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang imam masjid yang terjadi baru-baru ini. Organisasi tersebut mendesak aparat penegak hukum segera menangkap pelaku dan mengusut kasus secara tuntas, cepat, serta transparan. Pernyataan ini sekaligus menjadi seruan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi dalam menyikapi insiden tersebut.
Dalam pernyataan resmi bernomor 118/III.0/A/2026, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Palopo menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa penganiayaan yang dialami Ahmad Andis, seorang imam Masjid As-Salam yang berada dalam lingkungan Muhammadiyah. Insiden tersebut dinilai sebagai tindakan yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai nilai-nilai agama, kemanusiaan, dan norma sosial.

Organisasi ini menilai bahwa tindakan kekerasan tersebut mengarah pada praktik premanisme yang tidak dapat ditoleransi. Oleh karena itu, Muhammadiyah secara tegas mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah konkret dengan menangkap pelaku dan memastikan proses hukum berjalan secara adil dan profesional.
Selain itu, Muhammadiyah juga meminta agar penanganan kasus dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum serta memastikan keadilan benar-benar ditegakkan.
Tidak hanya fokus pada aspek penegakan hukum, Muhammadiyah turut mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum tentu benar. Masyarakat diminta mempercayakan sepenuhnya proses penyelesaian kasus kepada pihak berwenang.
Penjelasan dan Penutup:
Dalam pernyataan tersebut, Muhammadiyah juga menginstruksikan seluruh organisasi otonom di bawah naungannya untuk ikut mengawal kasus ini secara damai, adil, dan transparan. Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa proses hukum berjalan sesuai dengan prinsip keadilan tanpa menimbulkan konflik baru di tengah masyarakat.
Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Palopo sebagai bentuk tanggung jawab moral dan organisasi terhadap peristiwa yang terjadi. Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga nilai-nilai keadilan, kedamaian, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.














