TUBAN-BuserNasional.my.id-Peran usaha masyarakat lokal kembali membuktikan kontribusi nyatanya dalam mendukung cita-cita besar bangsa, khususnya dalam menekan angka pengangguran dan memperkuat ketahanan ekonomi dari tingkat daerah. Di Kabupaten Tuban, usaha penggilingan milik M. Ma’syum yang beroperasi di tiga titik menjadi contoh konkret bagaimana ekonomi kerakyatan mampu tumbuh, berkelanjutan, dan berdampak luas secara sosial.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas usaha penggilingan tersebut bukan hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat sekitar. Dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal, usaha ini telah menyerap hampir 250 pekerja yang seluruhnya berasal dari wilayah Tuban dan sekitarnya. Langkah ini dinilai sejalan dengan semangat pembangunan nasional yang menempatkan rakyat sebagai subjek utama pertumbuhan ekonomi.
Tokoh masyarakat setempat, Junaidi, menilai keberadaan usaha lokal seperti milik M. Ma’syum merupakan aset sosial yang harus dijaga bersama. Menurutnya, di tengah tantangan ekonomi nasional dan meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja di berbagai daerah, usaha masyarakat lokal justru tampil sebagai solusi nyata.
Ini bukti bahwa usaha yang dibangun dari rakyat dan untuk rakyat mampu menjadi penyangga ekonomi. Ratusan warga kini memiliki penghasilan tetap, dan itu berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga mereka,” ujarnya.
Tak hanya berdampak pada sektor ketenagakerjaan, keberadaan penggilingan tersebut juga memicu pertumbuhan ekonomi turunan. Warung kopi, usaha makanan, hingga jasa kecil di sekitar lokasi ikut tumbuh seiring meningkatnya aktivitas pekerja. Fenomena ini menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang saling menguatkan dan berkelanjutan.
Siti, salah satu pemilik warung kopi di sekitar lokasi penggilingan, mengaku usahanya kini menjadi tumpuan hidup keluarga.
“Dulu saya sempat menganggur setelah di-PHK. Dengan buka warung kecil, alhamdulillah sekarang bisa bertahan karena ada pekerja yang rutin mampir. Ini berkah dari adanya usaha lokal,” tuturnya.
Sementara itu, M. Ma’syum menegaskan bahwa sejak awal merintis usahanya, orientasi utama bukan hanya keuntungan, melainkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Ia membuka lapangan kerja dengan prinsip kepercayaan dan komitmen, khususnya bagi warga sekitar yang siap bekerja keras.
Kami memulai dari nol. Ketika usaha berkembang, kami ingin masyarakat sekitar ikut tumbuh bersama. Melihat warga punya pekerjaan dan usaha kecil bermunculan, itu kepuasan tersendiri bagi kami,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa membangun usaha lokal membutuhkan ketekunan, kesabaran, serta daya tahan menghadapi berbagai tantangan. Namun dengan semangat kebersamaan dan kepercayaan kepada masyarakat, usaha lokal diyakini mampu menjadi tulang punggung ekonomi daerah sekaligus berkontribusi pada pembangunan nasional.
Keberadaan usaha penggilingan di tiga titik di Tuban ini menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan ekonomi tidak selalu harus dimulai dari pusat, melainkan bisa tumbuh dari desa dan daerah, melalui usaha masyarakat lokal yang dikelola secara konsisten dan berorientasi pada kepentingan bersama.
Dengan semakin banyaknya usaha lokal yang berkembang dan menyerap tenaga kerja, harapan untuk menurunkan angka pengangguran serta mewujudkan kesejahteraan sosial nasional bukanlah sekadar wacana, melainkan realitas yang tengah berjalan.(Red)














