Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan melancarkan serangan terhadap kapal tanker di selat Hormuz

banner 120x600

Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan melancarkan serangan terhadap lebih dari tiga kapal tanker minyak milik Amerika Serikat dan Inggris di sekitar Selat Hormuz pada Senin (2/3/2026) pagi. Lembaga pemantau maritim Inggris, UKMTO, menyebutkan dua kapal menjadi sasaran, sementara satu lainnya dilaporkan mengalami ledakan.

IRGC menyatakan bertanggung jawab atas aksi tersebut sekaligus mengeluarkan peringatan agar kapal-kapal tidak melintas di wilayah perairan sekitar Selat Hormuz. Situasi ini memicu kekhawatiran serius karena jalur tersebut merupakan salah satu rute vital distribusi energi dunia, dengan sekitar 20% pasokan minyak global melewatinya.

Ancaman penutupan Selat Hormuz turut meningkatkan risiko lonjakan harga minyak dunia, yang diperkirakan berpotensi menembus angka US$120 per barel apabila ketegangan terus berlanjut.

Ketegangan sebelumnya memang telah meningkat menyusul laporan dugaan serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran. Di sisi lain, Amerika Serikat bersama sejumlah sekutunya telah membentuk koalisi pengamanan maritim di kawasan itu. Meski demikian, kondisi di lapangan masih memanas dan berpotensi mengganggu stabilitas perdagangan energi global secara signifikan.

#AmerikaSerikat #Inggris #Iran #SelatHormuz #Geopolitik #EnergiDunia #SorotanPublik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *