Bangkalan,busernasional.my.id – Polemik dugaan permainan dana di SDN Kamoneng kini memasuki babak yang lebih panas. Setelah lama hanya menjadi bisik-bisik di tengah masyarakat, salah satu guru akhirnya buka suara dan mengakui adanya pemberian uang sebesar Rp20 juta kepada oknum LSM di wilayah Bangkalan.

Yang mengejutkan, uang tersebut diduga disalurkan melalui perantara yang disebut sebagai orang kepercayaan pihak sekolah. Pengakuan itu sontak memicu reaksi keras publik karena dinilai mengindikasikan adanya upaya “pengondisian” agar persoalan di lingkungan sekolah tidak melebar.
Pengakuan tersebut disampaikan langsung saat guru bersangkutan dihubungi salah satu media.
“Iya mas, saya salah. Emang betul saya ngasih uang ke oknum LSM,” ujarnya singkat melalui sambungan telepon.
Pernyataan itu kini menjadi bola panas yang menyulut amarah masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan, untuk apa uang sebesar Rp20 juta diberikan kepada pihak luar jika memang tidak ada persoalan serius yang ingin “diamankan”.
“Kalau tidak ada apa-apa, kenapa sampai ada uang puluhan juta? Ini yang bikin masyarakat curiga,” ujar salah satu warga Bangkalan.
Tak hanya itu, muncul dugaan bahwa pemberian uang tersebut bukan keputusan personal semata, melainkan melibatkan komunikasi dan kesepakatan internal tertentu. Dugaan adanya skenario “tutup mulut” pun mulai ramai diperbincangkan publik.
Aktivis dan sejumlah elemen masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum agar tidak tinggal diam. Mereka meminta pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri asal-usul uang, pihak perantara, hingga oknum LSM yang disebut menerima aliran dana tersebut.
“Jangan cuma berhenti di pengakuan. Harus dibuka semua siapa saja yang terlibat,” tegas salah satu tokoh pemuda Bangkalan.
Kasus ini sendiri terus menjadi perhatian masyarakat karena dinilai mencoreng dunia pendidikan. Banyak pihak khawatir jika praktik-praktik seperti ini benar terjadi dan dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap institusi sekolah akan semakin runtuh.
Kini publik menunggu langkah aparat. Apakah kasus ini akan benar-benar dibongkar hingga tuntas, atau justru kembali tenggelam tanpa kejelasan.(Team/Red)














