Bangkalan,busernasional.my.id – Kebiasaan merayakan kelulusan dengan konvoi kendaraan dan aksi corat-coret kembali ditepis oleh SMAN 1 Bangkalan. Tahun ini, sekolah tersebut memilih menata momen kelulusan siswa kelas XII melalui pendekatan religius yang lebih teduh dan bermakna.
Alih-alih gegap gempita, ratusan siswa mengikuti rangkaian istighotsah dan doa bersama di lingkungan masjid sekolah, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini menjadi simbol bahwa kelulusan bukan sekadar akhir perjalanan akademik, tetapi juga awal tanggung jawab baru dalam kehidupan.
Kepala sekolah, Jumali, menilai pentingnya membangun kesadaran siswa agar tidak terjebak dalam euforia sesaat yang kerap berujung pada hal negatif.
“Kami ingin mengubah cara pandang siswa. Kelulusan tidak perlu dirayakan dengan hura-hura, tetapi dengan rasa syukur dan introspeksi diri agar langkah ke depan lebih terarah,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan spiritual menjadi bekal penting di tengah tantangan masa depan yang semakin kompleks. Karena itu, sekolah sengaja menjadikan istighotsah sebagai pusat kegiatan kelulusan.
Pelaksanaan acara berlangsung khusyuk. Lantunan doa menggema, menghadirkan suasana reflektif yang membuat para siswa sejenak menundukkan ego dan mengenang proses panjang yang telah mereka lalui.
Respons positif datang dari berbagai pihak. Wali murid dan masyarakat sekitar menilai langkah ini sebagai upaya konkret dalam menekan budaya perayaan kelulusan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter yang selama ini ditekankan sekolah. Lulusan diharapkan tidak hanya membawa prestasi, tetapi juga nilai-nilai kesederhanaan dan spiritualitas dalam kehidupan mereka.
Menutup kegiatan, doa dipanjatkan agar para siswa diberi kelancaran dalam melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia baru. Harapan besar disematkan agar mereka mampu menjaga nama baik almamater serta memberi kontribusi positif bagi masyarakat.(Hanif)














