Bangkalan, – Gelombang sorotan publik terhadap dugaan pungutan liar (pungli) dana Program Indonesia Pintar (PIP) di UPTD SDN Kamoneng, Kecamatan Tragah, kian membesar. Tekanan publik yang terus menguat kini direspons tegas oleh kalangan mahasiswa.
Pengurus Cabang PMII Bangkalan memastikan akan membawa kasus ini ke ranah hukum melalui pengaduan masyarakat (dumas) yang dijadwalkan pada Senin mendatang.
Ketua PC PMII Bangkalan, Abd Kholik, menegaskan komitmennya saat dikonfirmasi langsung oleh media. Dalam percakapan tersebut, ia tidak bertele-tele dan langsung memberi kepastian.
“Siap, insya Allah besok,” ujarnya singkat. Saat dipertegas kembali mengenai hari pelaksanaan, ia memastikan, “Senin kak.”
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa langkah hukum tinggal menunggu realisasi, bukan sekadar wacana.
Kholik menilai, dugaan pemotongan dana PIP yang mencuat ke publik merupakan persoalan serius karena menyasar bantuan untuk siswa kurang mampu. Ia menegaskan, praktik semacam ini—jika terbukti—tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.
“Ini bukan sekadar administrasi, ini menyangkut hak anak-anak. Tidak boleh ada ruang bagi pungli di sektor pendidikan,” tegasnya.
Ia juga memberi sinyal bahwa dumas yang akan dilayangkan tidak berhenti pada satu pihak saja, melainkan mendorong aparat untuk mengusut secara menyeluruh jika ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain.
“Kalau ada pihak-pihak yang terlibat, harus dibuka semua. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” imbuhnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak UPTD SDN Kamoneng maupun Dinas Pendidikan Bangkalan belum memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait polemik yang terus bergulir ini.
Minimnya klarifikasi resmi justru memperkuat kecurigaan publik dan memperbesar desakan agar aparat penegak hukum segera turun tangan.
Dengan dumas yang tinggal menghitung hari, publik kini menanti: apakah kasus ini akan benar-benar dibongkar hingga tuntas, atau kembali meredup tanpa kejelasan seperti kasus-kasus sebelumnya. (Team/Red)














