Haji Her Datangi KPK Didampingi Kholili, Tegaskan Kooperatif Hadapi Isu Suap Bea Cukai

banner 120x600

Jakarta – Pengusaha tembakau asal Madura, H. Khairul Umam atau yang dikenal sebagai Haji Her, akhirnya mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (9/4/2026). Kedatangannya didampingi oleh Kholili, yang selama ini menjadi pendamping sekaligus pihak yang memahami aktivitas usaha Haji Her.

Kepada jurnalis BuserNasional, Kholili menegaskan bahwa kehadiran Haji Her merupakan bentuk sikap kooperatif dan itikad baik untuk meluruskan berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya terkait dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

“Beliau datang bukan karena tekanan, tapi atas kesadaran sendiri. Ini bentuk tanggung jawab agar semuanya jelas dan tidak simpang siur,” ujar Kholili.

Bantah Isu Negatif yang Beredar

Kholili juga menyoroti maraknya pemberitaan dan opini liar di media sosial yang dinilai tidak sepenuhnya berdasarkan fakta. Menurutnya, banyak informasi yang beredar telah menggiring opini publik tanpa adanya klarifikasi langsung dari pihak Haji Her.

“Selama ini banyak yang berkembang tidak sesuai fakta. Makanya beliau memilih datang langsung ke KPK untuk memberikan penjelasan secara terbuka,” tegasnya.

Ia memastikan bahwa Haji Her tidak pernah berniat menghindari proses hukum. Ketidakhadiran pada pemanggilan sebelumnya disebut murni karena kendala teknis terkait penerimaan surat yang dinilai mendadak.

Datang Tanpa Persiapan Khusus

Dalam keterangannya, Kholili menyebut bahwa Haji Her datang tanpa membawa dokumen khusus karena belum memahami secara rinci perkara yang sedang diusut. Namun demikian, pihaknya siap mengikuti seluruh proses yang berjalan.

“Prinsipnya, kami menghormati hukum. Kalau dibutuhkan data atau keterangan lanjutan, tentu akan kami siapkan,” tambahnya.

Sosok yang Dinilai Berkontribusi untuk Daerah

Di tengah isu yang berkembang, Kholili menegaskan bahwa Haji Her merupakan figur pengusaha yang selama ini aktif membantu perekonomian masyarakat, khususnya petani tembakau di Madura.

“Beliau ini dikenal dekat dengan petani dan banyak membantu. Jadi kami berharap publik juga melihat secara objektif,” ujarnya.

Serukan Asas Praduga Tak Bersalah

BuserNasional menilai, langkah Haji Her mendatangi KPK patut diapresiasi sebagai bentuk keterbukaan. Kholili pun mengajak semua pihak untuk tidak terburu-buru menyimpulkan sebelum adanya hasil resmi dari penyidik.

“Kami percaya proses hukum akan berjalan objektif. Mari kita hormati asas praduga tak bersalah,” pungkasnya.

Hingga saat ini, proses pemeriksaan terhadap Haji Her masih berlangsung di Gedung KPK dan publik menunggu hasil resmi untuk mengetahui secara utuh duduk perkara yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *